Health
HIPOSPADIA Masalah Yang Ditimbulkan Dan Penaganannya
Kejadian hipospadia saat ini cenderung muncul pada 1 diantara 300 kelahiran bayi laki-laki. Di Amerika Serikat angka kejadian sekitar 3-8 diantara 1000 kelahiran bayi laki-laki dan angkanya meningkat 2 kali lipat dari tahun 1970 hingga tahun 1993. Sedangkan sejak tahun 1998-2004 jumlah pasien yang telah di tangani Profesor Chaula sebanyak 350 orang. Umumnya di Indonesia banyak terjadi kasus hipospadia karena kurangnya pengetahuan para bidan saat menangani kelahiran karena seharusnya anak yang lahir itu laki-laki namun karena melihat lubang kencingnya di bawah maka di bilang anak itu perempuan.
Masalah yang di timbulkan akibat hipospadia dapat berupa masalah fungsi reproduksi, psikologis maupun sosial. Tatalaksana pasien dengan hipospadia adalah dengan operasi, yang bertujuan untuk memperbaiki baik fungsi maupun kosmetik. Dari berbagai metode operasi tersebut di kenal operasi 1 tahap (onestage) dan beberapa tahap (multistage). Sub Bagian Bedah Plastik RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta menggunakan operasi 2 tahap. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan ketelitian operator serta mengurangi resiko kemungkinan terjadinya fistula yang merupakan komplikasi yang paling sering muncul pada operasi hipospadia. "Usia yang yang ideal untuk dioperasi adalah 1,5 - 3 tahun karena belum ada pengaruh psikologis dan juga lebih mudah di operasi " ujar Prof. dr. Chaula Luthfia Sukasah , Sp B., SpBR (K) saat di temui Minggu (09/11/08) di Jakarta. " Sedangkan untuk biaya operasi hipospadia di RSCM per tahapnya pasien dikenakan biaya 7 Juta rupiah ", pungkas Prof. Chaula.