Sport Sport ATTAPHON MENCATAT KEMENANGAN EMOSIONAL DI MERCEDES-BENZ MASTERS INDONESIA

ATTAPHON MENCATAT KEMENANGAN EMOSIONAL DI MERCEDES-BENZ MASTERS INDONESIA

Pegolf Thailand, Attaphon Prathummanee, mengakhiri penantiannya selama 10 tahun untuk memenangkan gelar pertamanya sebagai pegolf profesional setelah dia mencatat sebuah kemenangan yang mengejutkan dalam turnamen golf Mercedes-Benz Masters Indonesia yang memperebutkan total hadiah sebesar US$80,000. Pegolf Thailand berusia 32 tahun ini mengalahkan rekan pegolf senegaranya, Namchok Tantipokakul dalam permainan play-off hole pertama untuk mengakhiri turnamen penutup Tour Championship dalam Mercedes-Benz Tour. Pegolf Filipina Juvic Pagunsan menyelesaikan turnamen di posisi kelima dan berhasil mengamankan gelar dalam Mercedes-Benz Tour Order of Merit.

Attaphon berhasil menembakkan birdie dari jarak delapan kaki hingga akhirnya berhasil merebut piala di Emeralda Golf and Country Club setelah Namchok sempat mengejarnya di beberapa hole terakhir. Bermain di grup yang berada di urutan kedua dari belakang, Atthaphon melakukan birdie di empat hole terakhir, mengumpulkan skor lima di bawah par 67 dan akhirnya menyelesaikan turnamen ini dengan skor 15 di bawah par 273. Permainan ini menjadikan Atthaphon unggul dua pukulan dari Namchok yang bermain di grup urutan terakhir.

Pada saat itu banyak orang sudah mengira bahwa Atthaphon akan memenangkan turnamen tersebut, ketika secara mengejutkan Namchok memukul eagle di hole ketujuhbelas yang memiliki par 5, dimana dia berhasil memukul chip shot dari jarak 30 yards and memukul birdie untuk hole terakhir. Pada saat mereka kembali ke hole kedelapan belas untuk play-off, Namchok memukul tee shot yang kurang baik sehingga dia mengalami kesulitan memukul dari jarak 40 kaki.  Dia hampir saja memasukkan putt tersebut sebelum akhirnya Attaphon memasukkan bola terlebih dahulu.

Hal ini merupakan sebuah hasil yang luar biasa bagi Atthaphon yang sempat menyatakan bahwa dia hampir memutuskan untuk berhenti bermain golf setelah gagal melewati babak cut di Thailand Open dalam OneAsia di bulan Agustus. “Hari ini benar-benar luar biasa. Saya merasa seperti terlahir kembali. Saya sempat berhenti selama satu bulan setelah Thailand Open karena saat itu saya benar-benar merasa frustrasi,” ujar Atthaphon.

Pada awal tahun, pegolf Thailand ini telah berusaha begitu keras untuk memperbaiki ayunannya terutama kebugaran tubuhnya.  Namun, dia merasa tidak membuat perubahan dan hampir berhenti sepenuhnya. Setelah mengambil cuti selama satu bulan dia berusaha untuk mencoba lagi untuk yang terakhir kalinya dan kegigihannya terbukti telah membuahkan hasil.

“Saat itu merupakan saat-saat yang sulit bagi saya namun saya rasa latihan kebugaran saya telah membuat sebuah perubahan besar. Saya sangat bersyukur orang-orang disekitar saya menyemangati saya untuk terus bermain golf,” tambah Atthaphon, yang memukul enam birdie dan melakukan satu kali bogey. Atthaphon tinggal di Malaysia hingga berusia sekitar 20an, karena ayahnya adalah orang Malaysia, dan sejak dia menjadi pegolf profesional di tahun 2000 Atthaphon telah berhasil mengumpulkan beberapa kemenangan kecil di sirkuit lokal Thailand dan juga Malaysia.

Atthaphon memenangkan US$13,000 sebagai juara pertama dan menduduki posisi ke-delapan di Mercedes-Benz Order of Merit.  Sebagai tambahan, dia juga mendapatkan kesempatan untuk bermain di Barclays Singapore Open di bulan November yang berhadiah total US$6 juta. Enam pegolf dari daftar Merit mendapatkan kesempatan untuk bermain di turnamen bergengsi di Singapura ini.

Namchok memperoleh skor 68 untuk hampir mempertahankan gelar juaranya di Tour Championship, yang telah dia menangkan di Vietnam tahun lalu.  Namchok memperoleh total hadiah uang US$8,900 sebagai juara dua dan menetapkan dirinya pada posisi empat di daftar Merit, yang sebelumnya dia menjuarai di tahun 2009.

Pegolf Thailand Wisut Artjanawat berhasil memperoleh posisi ketiga. Dia juga mendapatkan skor 68 untuk selesai dua pukulan dari play-off. Pegolf Malaysia Nicholas Fung menyelesaikan turnamen ini satu stroke di belakang untuk posisi keempat setelah mendapatkan skor 71. Pegolf asal Sabah yang berusia 20 tahun ini sebelumnya memiliki kesempatan yang baik untuk melewati Pagunsan untuk posisi teratas di Order of Merit karena dia telah memimpin seharian. Namun, dia menyelesaikan hari terakhir dengan bogey pada hole 12, 14 dan 16.  Dia sekarang berada di posisi kedua daftar Merit, hanya US$77 di belakang Pagunsan.

Pagunsan menyelesaikan tahun ini dengan total uang hadiah US$25,450 setelah bermain di tujuh dari sepuluh turnamen di Mercedes-Benz Tour. "Saya sangat lega dapat menyelesaikan tahun ini di posisi pertama.  Kompetisinya cukup ketat tapi karena itu saya datang ke sini.  Memerlukan konsentrasi penuh untuk tetap berada di peringkat atas dan saya sangat bangga dengan ini," ujar Pagunsan, yang memenangkan Mercedes-Benz Masters Thailand, dengan unggul tujuh pukulan pada bulan Juni.

Pegolf lainnya yang berhasil mengamankan sebuah posisi di jajaran pemain Barclays Singapore Open adalah Fung, Wisut, Jay Bayron dari Filipina serta dua pemain dari Thailand Thanyakon Khrongpha dan pegolf muda berusia 17 tahun, Panuphol Pittayarat.

Skor akhir babak keempat:

(Par 72)

273 - Atthaphon Prathummanee (THA) 69 70 67 67, Namchok Tantipokakul (THA) Thailand 68 69 68 68

(Atthaphon won in sudden-death play-off on first extra hole)

275 - Wisut Artjanawat (THA) 68 70 69 68

276 - Nicholas Fung (MAS) 69 66 70 71

277 - Antonio Lascuna (PHI) 68 65 72 72, Juvic Pagunsan (PHI) 64 71 68 74

278 - Mohd Sukree Othman (MAS) 69 70 67 72

279 - Artemio Murakami (PHI) 68 73 68 70

281 - Ferdie Aunzo (PHI) 69 73 68 71

283 - Mohd Rashid Ismail (MAS) 74 67 69 73

284 - Rey Pagunsan (PHI) 73 74 68 69, Panuphol Pittayarat (THA) 74 70 69 71

285 - Pavit Tangkamolprasert (THA) 74 74 71 66, M Sasidaran (MAS) 73 69 75 68, Anthony Fernando (PHI) 76 67 72 70, Mars Pucay (PHI) 72 71 68 74.