Technology HD TV & Television LG Meluncurkan TV 3D Yang Sesungguhnya !!.

LG Meluncurkan TV 3D Yang Sesungguhnya !!.

PT. LG Electronics Indonesia (LGEIN) demi kepuasan para pelanggannya menghadirkan teknologi televisi 3 dimensi seperti layaknya menonton di bioskop. Televisi ini berbeda dari kompetitor yakni pada fasilitas kacamata yang tidak ribet. "Dibanding kacamata pada layar 3D konvensional, kacamata di televisi LG ini lebih nyaman di mata dan mudah digunakan," ucap Eko Adhi Suyitno, Flat Panel Display Manager LG Indonesia pada press conference di Ritz Carlton, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Eko mengatakan, tv 3 dimensi ini menghadirkan teknologi 3D bernama FPR (film pattern retarder), yakni sebuah cara baru menikmati sajian 3D hanya dengan kacamata 'biasa'. Ini mirip dengan sajian 3D yang biasa dinikmati di bioskop. TV LG yang menggunakan teknologi itu diklaim mampu menyajikan tayangan 3D dengan baik. Tidak ada gejala gambar berkedip (flicker) dan gambar juga terlihat tajam.

Kacamata untuk menyaksikan televisi LG Cinema 3D wujudnya memang tampak seperti mainan dan berbobot ringan. Namun ternyata saat menyaksikan televisi 3D, wujud gambar terlihat nyata dan relatif nyaman meski melihat tayangan dalam waktu cukup lama.

“Jika biasanya kacamata 3D butuh baterai, kacamata di televisi 3D LG tak memerlukannya. Melalui kacamata 3D ini masyarakat yang menonton tidak harus duduk tegak, melainkan bisa tidur atau posisi yang diinginkan,” ungkap Eko.

Pertama kali 3D TV diperkenalkan dengan teknologi shutter glasses yang mengandalkan kacamata berteknologi Liquid Cristal Glasses. Kacamata dengan dukungan daya baterai ini menangkap sinyal dari TV secara bergantian oleh mata kiri dan kanan pada ritme tertentu. Sementara itu layar TV menayangkan perspektif berbeda dari gambar yang sama. Proses ini menstimulasi otak memunculkan efek 3 Dimensi. Cara kerja hampir serupa dengan kejapan mata bergantian dan tuntutan fokus pada satu bagian layar demi memperoleh letak tepat jatuhnya sinyal pada mata, ditunjuk sebagai penyebab keletihan mata penggunanya.

Lalu muncul teknologi Film Patterned Retarder (FPR). FPR ini menggunakan lapisan khusus pada layar TV yang memproduksi efek 3 Dimensi. Alat bantunya hanyalah kacamata dengan lensa terpolarisasi (polarized lens) yang lazim digunakan saat menikmati film 3D di bioskop. Tanpa kacamata khusus, membuatnya tak lagi mahal dan mata pun terbebas dari letih berlebihan karena kedua mata menerima gambar TV secara bersamaan. LG Electronics Indonesia untuk pertama kalinya memperkenalkan teknologi FPR (Film Pattern Retarder) yang digunakan pada LED Cinema 3D TV miliknya. 

LG Electronics tercatat sebagai vendor elektronik pertama yang menerapkan teknologi FPR pada 3D TV terbarunya yang lahir dengan nama LG Cinema 3D TV. Mengawali debut perdananya pada Consumer Electronics Show 2011, LG Cinema 3D TV memperoleh respon positif pada perhelatan terbesar tahunan bagi industri perangkat elektronik rumah tangga ini. Berbagai media dari banyak negara bahkan secara khusus menurunkan laporannya di bawah headline besar "The Next Generation 3D TV".

TV 3D LG hadir sebagai jawaban akan tantangan teknologi Shutter Glasses dan masih kaburnya keberadaan TV 3D tanpa kacamata. Tak heran sebenarnya bila julukan "The Next Generation 3D TV" disematkan pada teknologi FPR. Dan hari ini, PT LG Electronics Indonesia menghadirkan LG Cinema 3D TV ini ke tengah masyarakat Indonesia.