X'tra News
Diperkirakan Tahun 2050, 9,3 Milliar Penduduk Dunia Terancam Kekurangan Persediaan Makanan.
Dengan semakin meningkatnya pertumbuhan jumlah penduduk dunia semakin meningkat pula ketergantungan masyarakat dunia kepada pertanian dan kerja keras petani untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Hal ini menuntut sektor pertanian untuk lebih produktif dalam memenuhi tingginya kebutuhan pangan dunia. Populasi meningkat, namun ketersediaan: air, lahan dan energi tidak. Tantangan global begitu komplek dan tidak mudah dijawab. Karena itu Sustainable Agriculture atau pertanian yang berkelanjutan yang dicanangkan oleh Monsanto diharapkan mampu untuk menjadi solusinya.
“Karena populasi dunia yang terus meningkat, kini dunia pertanian terus dituntut untuk meningkatkan produksinya dari setiap hektar tanah yang dikelola, setiap tetes air dan setiap unit energi yang dikeluarkan. Visi Monsanto untuk Sustainable Agriculture adalah berusaha untuk mempertemukan kebutuhan akan pertumbuhan populasi dunia, melindungi dan menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dimanapun berada,” ucap Chris Peterson, Country Lead Monsanto Indonesia dalam acara Media Gathering: Buka Puasa Bersama yang diadakan oleh Monsanto .
“Sustainable Agriculture atau pertanian yang berkelanjutan adalah inti dari Monsanto. Terdapat tiga solusi inti yang dicanangkan Monsanto yaitu dengan memproduksi lebih banyak dari setiap benih yang ditanam (produce more), menanam dengan sedikit sumber daya alam (conserve more), dan terus berusaha meningkatkan kesejahteraan para petani (improving lives).” Jelas Herry Kristanto, Corporate Affairs Lead Monsanto Indonesia
“Selain menyediakan ketersediaan benih pertanian yang unggul kami pun turut memberikan pelatihan-pelatihan multiguna dimana para petani diharapkan dapat memaksimalkan jumlah produksinya dengan penggunaan sumber daya alam yang minimal. Kami mengirimkan para tenaga ahli di bidang pertanian untuk turun langsung ke lapangan untuk mendampingi para petani. Tidak hanya itu saja, kami bersama-sama dengan pemerintah terkait, kementerian pertanian dan universitas-universitas pertanian terkemuka bahu membahu untuk membantu petani dalam memecahkan tantangan produksinya,” ujar Herry menambahkan.
“Setiap program tanggung jawab sosial perusahaan Monsanto membidik kebutuhan dasar keluarga seperti pendidikan, kesehatan dan juga lingkungan tempat mereka tinggal. Misalnya saja dengan kegiatan yang kami lakukan di desa Pandanmulyo dan Ngawonggo, Tajinan Malang, dimana kami membangun fasilitas air bersih, MCK (mandi,cuci, kakus) bagi 1700 penduduk desa tersebut. Begitu juga dengan aksi sosial yang kami lakukan di lingkungan pabrik Monsanto di Mojokerto, secara aktif kami terus mendukung pendidikan bagi keluarga petani disana, dengan membangun madrasah dan sekolah dasar,” kata Herry menutup presentasinya.